senja

senja

Senja menjelang, mata tertutup.

Takdir adalah milikNya, Dia memberi tanpa kita minta.

“Aku tak pernah memintanya, namun kenapa kau memberi ?”

Ombak mengalun, menembus karang menyisir pantai. Pasir-pasir kecil ikuti alirannya, datang dari laut dan kembali ke laut.

“Manusia, terciptakan olehNya, dan kembali ke pangkuanNya.”

Air mata menitik sebagai ungkapan yang tak tersampaikan. Tersimpan dalam kalbu. Amarah, maupun kasih sayang. Tersimpan dan tak tersampaikan, menumpuk dalam memori. Menjadi usang.

Hai, aku mengenalmu. Aku menyayangimu, namun kau adalah milikNya yang tak pernah aku miliki. Ada rasa sedalam kenangan yang tersirat dalam senyum dan keikhlasan. Aku berharap memilikimu, namun aku juga berharap tak memilikimu. Memiliki berarti siap dengan kehilangan. Sedang aku benci kehilangan.

“Senja kadang menutup segalanya.”

Kemarin aku melihat senyummu, namun sekarang semua tinggal memori. Senyum itu kau bawa bersamamu dalam kedamaian. Kau bawa untuk kau tunjukan kepada pemilikmu.

Aku bangga bisa mengenalmu, dan aku ikhlas telah kehilanganmu. Karena kau pergi dengan senyuman. Dan aku tak pernah melihat kepergianmu. Kau pergi begitu saja, hanya dengan seulas senyum terakhir di hari kemarin.

“Senja, matahari saja kelihatan sekarat. Di saat yang sama, mungkin engkau juga.”

Tersamar, dalam sekian tahun, sekian hari, sekian jam, sekian detik lalu menghambur bersama cahaya sang surya.

“Aku terlupa akan ragamu, bahkan senyum itu tak lagi ku ingat.”

Mungkin di dunia bukanlah ruang kita, mungkinkah di sana jadi ruang kita ? Mungkin.

Langkah gontai, fakta adalah lautan yang menelan banyak keindahan. Memakan semua keindahan untuk dia simpan sendiri dalam kandungannya. Namun ketika berani untuk menyelami kedalamannya, ada banyak hal yang bisa kau temui. Keindahan, kemurkaan, kekelaman, kehampaan, kedamaian, dan masih banyak lagi. Fakta adalah lautan, yang bisa membawamu kepada angin, kepada kebebasan namun juga bisa menghancurkanmu dengan terjangan sang ombak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s