air mata kerinduan

malam semakin larut

rasa dingin itu mulai menusuk kulit

dalam balutan mukena putih

berdiri di pinggir jalan

menatap masjid kecil yang telah senyap

gelap

hanya tinggal lampu-lampu kecil

yang menghiasi serambinya

aku menatap

dan terus menatapnya

entah mengapa hati ini semakin tergugah

air mata menitik tak tertahankan

seribu doa terlantun dalam hati

dalam gelapnya malam

dalam sucinya bulan ramadhan

mengharap tahun depan kan jumpa lagi

ada hal yang begitu aku rindukan

ada hal yang telah hilang

dan aku takut

takut akan kehilangan

entah apa, aku hanya berharap

aku bisa melihat dan berada dalam masjid kecil itu

bersama orang-orang yang aku sayang

aku tak ingin berlalu begitu cepat

aku harap

harapanku kan terwujud :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s